Sapaan Gembala - Senantiasa Mengingat Firman Tuhan

Senin, 14 Juli 2025 oleh Pdt. Diah Nooraini Kristianti

Kalau saya produser sinetron, maka sinetron yang satu ini akan saya beri judul “Anak Haji jadi Pendeta”. Perempuan cantik ini dilahirkan di kota Malang pada tahun 1979. Ayahnya bernama Abdul Hamid, di depan nama beliau ada gelar H. Ya betul bapak Abdul Hamid adalah seorang haji. Beliau menikah dnengan ibu Netty Tembesing, seorang Kristen. dari pernikahan mereka lahirlah anak pertama, seorang bayi perempuan yang cantik. Ketika kelopak mata bayi ini terbuka orgtuanya melihat sepasang mata yang bercahaya (sekalipun waktu baru lahir sih si jabang bayi belum bisa melihat dengan jelas). Maka orang tua yang berbahagia ini sepakat untuk menamai anak pertama mereka Diah (artinya “putri” / “bangsawan”) Nooraini (gabungan kata “noor=cahaya” dan “aini=mata”). Bahwa bapak H. Abdul Hamid adalah seorang yang open minded terlihat bahwa ia tidak berkeberatan nama anak mereka diakhiri dengan Kristianti, jadi lengkapnya nama anak ini adalah Diah Nooraini Kristianti. Sang ayah juga tidak berkeberatan bahwa Diah kecil dibaptiskan dan selanjutnya dididik secara Kristen oleh bunda terkasih yabg berjemaat di GKJW Tulangbawang Malang. Diah pun bertumbuh menjadi remaja yang aktif melayani di GKJW Tulangbawang. 

Diah menempuh pendidikan dasar dan menengah di kota Malang. Sewaktu SMP Diah mengikuti Camp di Batu. Dari Camp itulah muncul kerinduan untuk menjadi pendeta. Tapi kerinduan itu sempat pupus karena tidak diijinkan. Hari, minggu, bulan, tahun berlalu. Entah mengapa, sewaktu lulus SMA  Diah iseng mengungkapkan pada orang tuanya tentang kemungkinan dia menjadi pendeta. Eh orang tuanya sekarang setuju dan mendukung. Itu terjadi 2 minggu sebelum pendaftaran terakhir gelombang 2 di FT UKDW. Maka Diah pun gerak cepat memerlengkapi persyaratan yang diharuskan. Masalah muncul ketika harus ada rekomendasi dari gereja. Karena saat itu GKJW tidak memberikan rekomendasi untuk calon mahasiswa perempuan. Tapi ketika satu pintu tertutup maka pintu lain terbuka. Seorang pendeta GKJW yang dikenal Diah membantu memintakan rekomendasi dari GKI Bromo lewat alm Pdt. Andi Sujono. Maka berbekal surat yang hanya menyebutkan bahwa Diah adalah seorang yang aktif dalam pelayanan, tanpa menyebutkan hak keanggotaannya, Diah berangkat ke Yogya (tentu berbekal baju ganti serta perlengkapan lain dan uang juga sih). 

Dengan jujur saat diwawancara Diah mengatakan bahwa dia bukan kader Sinode, tapi ternyata dia tetap diterima untuk studi di FT UKDW. Selesai studi Diah menjalani proses kependetaan di lingkungan GKI SW Jatim. Anak pertama dari 4 bersaudara ini ditahbiskan di GKI Banyuwangi pada tahun 2007, lalu mutasi ke GKI Jombang pada tahun 2018. Pdt Diah yang merupakan pendeta perempuan pertama di GKI Jombang ini melayani di sana sampai sekarang.

Pdt. Diah Nooraini Kristianti dari GKI Jombang kembali akan menemani kita dalam SG-GKI hari Senin 14 Juli 2025. (Pengantar dari catatan terdahulu yang disunting oleh Ronny N., video diedit dan diunggah oleh sdr. Sigit dari kantor Sinode GKI)