Riwayat GKI Bundasudi, Batam yang dikirimkan Pdt. Yeryandri puaaaaanjang dan saya tidak punya cukup waktu untuk meringkasnya, jadi terpaksa deh pakai versi yang lebih ringkas yang pernah saya buat. Terima kasih ya Pdt.Yandri untuk kirimannya.
Seiring pesatnya perkembangan Pulau Batam sebagai lingkungan kerja daerah industri, pada dekade 1980-an cukup banyak pekerja dan tenaga ahli dari pulau Jawa khususnya, yang bermukim di Batam. Tentu saja diantara mereka ada yang beragama Kristen. Dan dari antara mereka ada beberapa orang atau keluarga yang adalah anggota Jemaat-Jemaat GKI. Awal tahun 90-an mulai diadakan persekutuan warga GKI di Batam. Gagasan untuk mendirikan Jemaat GKI di Batam semula kurang mendapat dukungan dari BPMS Am GKI (waktu itu formatnya masih Sinode Am GKI). Dianjurkan agar warga GKI di Batam bergabung dengan gereja-gereja seajaran yang sudah lebih dulu hadir di Batam. Namun jumlah warga GKI di Batam makin hari makin bertambah.
Dorongan untuk secara resmi diadakan pelayanan GKI di Batam akhirnya terwujud juga (menurut saya yang sejak tahun 1996-2007 menjabat sebagai Sekum BPMS GKI Jabar, ada faktor church culture yang berbeda yang membuat warga GKI kurang merasa at home saat bergabung di gereja-gereja lain sekalipun seajaran). BPMS Am GKI dalam kesepakatan bersama BPMS GKI Jabar-Jateng-Jatim (karena anggota-anggota GKI yang ada di Batam berasal dari ketiga Sinode ini) menunjuk Jemaat GKI Perniagaan, GKI Gunung Sahari, GKI Kebayoran Baru dan GKI Residen Sudirman sebagai “pengasuh” Bakal Jemaat Batam yang disahkan pada tanggal 7 Juli 1996. Karena harus menginduk ke satu jemaat maka disepakati juga induknya adalah Jemaat GKI Perniagaan dan ketiga Jemaat lain tentu tetap ikut ambil bagian dalam keseluruhan proses.
Fakta ini membuat proses kelahiran GKI Batam yang didewasakan sebagai Jemaat pada tanggal 27 Februari 1998 bisa dikatakan sebagai proyek perdana Sinode Am GKI yabg mengikutsertakan ketiga Sinode GKI (Jabar-Jateng-Jatim yang -de facto dan de jure- saat itu belum menjadi kesatuan utuh sebagai Sinode GKI), buah sulung dari derap penyatuan dan kesatuan GKI.
Namun nama tidak bisa terus dipertahankan. Ketika tahun 2005 di pulau Batam hadir “saudara sepupu”, yaitu Jemaat GKI Duta Mas, dan lokasi GKI Batam sudah menetap di komplek Bukit Indah Sukajadi, maka namapun disesuaikan menjadi Jemaat GKI Bundasudi-Batam (ayo kenapa bukan “Bundasuka”…?).
Dalam SG-GKI hari Rabu 30 Juli 2025 kita ditemani oleh Pdt. Yeryandri Wilson Tungga dari GKI Bundasudi-Batam. Kalau Anda penggemar seafood maka berlimpah tersedia di Batam, tapi selain itu ada bak kut teh, sop ikan khas batam, mie sagu, mie lendir, dkk. (Pengantar oleh Ronny N, video diedit dan diunggah oleh sdr. Sigit dari kantor Sinode GKI)