Dia sudah beberapa kali menyapa kita. Namanya Satriawan Susanto. Ia ditahbiskan sebagai pendeta GKI dengan basis pelayanan Jemaat GKI Tulungagung, persisnya hari Senin 18 Maret 2024.
Satriawan bertumbuh dan besar di Kota Banjar, Jawa Barat. GKI Banjar adalah rumah kedua yang menjadi sebuah titik awal untuknya belajar dan bertumbuh mengenal Tuhan. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta (2015-2019) ini menikah dengan seorang gadis bernama Ryan Febriane Sunjaya pada tanggal 22 Oktober 2022. Pada 12 September 2023, mereka dikarunia seorang anak laki-laki bernama Anera Bara Kenosis.
Ini cerita singkat Pdt. Satriawan tentang pelayanan di Tulungagung : "Di Wilayah yang cukup terkenal toleransinya ini, sering kali saya diundang untuk mengikuti kegiatan-kegiatan lintas iman, termasuk di dalam juga hadir saudara-saudara penghayat kepercayaan. Uniknya dalam kegiatan ini, selalu berbicara menggunakan bahasa jawa kromo inggil (tingkat tertinggi dalam bahasa jawa). Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya yang terbiasa dengan bahasa sunda.
Suatu kali menghadiri kegiatan diskusi lintas iman. Entah ada badai apa saya langsung ditunjuk untuk menanggapi. Tetapi, karena permintaannya tersebut menggunakan bahasa jawa kromo inggil, dan salahnya saya juga tidak bertanya artinya, langsung saja saya berdoa. Saya baru mengerti bahwa yang diminta tanggapannya dan bukan doa, yaitu ketika giliran rekan-rekan lintas iman yang lain menanggapi.
Akhirnya, ketika ada kesempatan untuk bicara, saya minta maaf memberikan penjelasan tentang asal-usul, sekaligus ngeles "maklum pendeta, jadi nalurinya berdoa." Mereka pun berusaha membuat saya tidak merasa malu dengan mengatakan, "Gapapa Mas, doa juga kan tanggapan." Setelah kejadian ini, acara-acara lintas iman berikutnya selalu menggunakan bahasa Indonesia, alasannya supaya saya juga bisa ikut dan mengerti kegiatan-kegiatan lintas iman yang dilaksanakan.”
Pdt. Satriawan menyapa kita dalam SG-GKI hari Sabtu 31 Januari 2026 (semoga bahasa Jawa Pdt. Satriawan sudah sefasih bahasa Sundanya). (Awalan oleh Ronny N, sharing dari Pdt. Satriawan, video diedit dan diunggah oleh Sdr. Sigit dari kantor Sinode GKI)
