Dia bernama Dio Bastiawan Kusumajaya. Dio lahir di Yogyakarta, 4 Februari 1994 tapi tumbuh besar di kota Purwokerto. Menempuh pendidikan S1 Teologia di Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana. Setelah menempuh proses sesuai prosedur-prosedur gerejawi yang diatur dalam Tager-Talak GKI, pada hari Senin, 30 Juni 2025, Dio ditahbiskan sebagai pendeta GKI dengan basis pelayanan jemaat GKI Banjar.
Pdt. Dio berbagi cerita: ”Distribusi bunga asli di Banjar tidak semudah di kota-kota besar. Jika punya berkat lebih, kami memakai bunga full dari florist. Kondisi ini tidak membuat ibu-ibu kehabisan akal dan kreativitas untuk melayani Tuhan di balik “layar”. Roh Kudus membimbing dan mengaruniai mereka dengan “mata elang” sehingga jeli melihat bunga2 liar yang cakep di pinggir trotoar, sawah, ataupun pekarangan kosong. Dan jadilah persembahan bunga mimbar untuk kebaktian minggu yang memanfaatkan bunga-bunga dan dipadu-padankan dengan dedaunan liar dari sekitar rumahnya. Indah dan segar dipandang. Seperti lagu : semua bunga ikut bernyanyi, gembira hatiku. Semoga gembira lah hati Allah melihatnya.”
Sesuai arti nama Kusumajaya, sebenarnya kalau melihat Pdt. Dio pun orang bisa melihat “bunga yang bermekaran dengan jayanya”
Pdt. Dio Bastiawan Kusumajaya menyapa kita dalam SG-GKI hari Selasa 3 Maret 2026. (Awalan dan akhiran oleh Ronny N., sharing Pdt. Dio, video diedit dan diunggah oleh Sdr. Sigit dari kantor Sinode GKI)
